Selasa, 21 Januari 2014

kisah syaikh abdul qodir jailani tidak mau Mengagungkan orang kaya.

Syaikh Abdul Qadir Al Jailani tidak mau mengagungkan orang kaya serta tidak berdiri karena datangnya seorang khalifah atau orang orang yang mempunyai kedudukan. Bahkan seringkali ketika sedang duduj di datangi oleh seorang kholifah,namun beliau segera meninggalkan dan masuk ke kamar pribadinya. Kemudian beliau keluar dari kamarnya setelah khalifah duduk.Cara itu di lakukan untuk memulyakan ahli tasawuf yang tidak tertarik dengan kedudukan dan harta serta tidak berdiri karena kedatangan seorang kholifah. Syaikh Abdul Qadir r.a,melakukan hal itu berdasarkan sabda Rosululloh Saw :"Barang siapa yang merendahkan diri kepada orang kaya karena kekayaanya,maka hilanglah dua pertiga dari agamanya". Memang beliau tidak mau berdiri di depan pintu pintu atau menteri dan juga tak mau menerima hadiah dari penguasa. Sehingga pernah seorang raja mencemoohkan karena di tolak pemberianya.Maka Syaikh Abdul Qadir berkata"Kalau demikian anda bawa sendiri hadiah itu kesini" Dengan senang hati sang raja membawa hadiah itu dengan tanganya sendiri untuk diserahkan kepada beliau. Beliau menerima hadiah dari sang raja yang berupa beberapa buah apel.Dan setelah buah apel itu di belah,ternyata isinya penuh dengan darah dan nanah. "Kenapa anda selalu mencemooh saya ?! Saya tidak mau memakan buah apel ini,karena isinya penuh dengan darah manusia". Sang rajapun memohon maaf dan bertobat di hadapan beliau.Selanjutnya sang raja sering berkunjung kepada beliau sebagaimana kebanyakan orang yang menjadi sahabat sampai meninggal dunia. Nama Syaikh Abdul Qadir Al Jailani r.a. Semakin harum serta tinggi derajatnya. Sekalipun demikian beliau tetap menghormati fakir miskin,menemaninya duduk dan membersihkan kutu kutu yang ada pada pakaian mereka. Beliau berkata :"Seorang fakir yang bersabar,lebih utama dari orang kaya yang bersyukur.Dan orang fakir yang bersyukur,lebih utama dari keduanya.Orang fakir yang mau bersabar dan bersyukur,maka lebih utama dari semuanya". Kebiasaan yang dilakukan oleh beliau ialah merupakan pengalaman dari sabda Rosululloh Saw :"Rendahkanlah diri kalian dan duduklah bersama orang orang miskin,niscaya kalian termasuk golongan yang besar di hadapan Allah dan keluar dari sifat sombong". Tentang fakir miskin beliau juga berkata sesuai dengan sabda Rosululloh Saw :"Hampir kekafiran menjadi kekufuran" Yang di maksud ialah orang fakir yang tidak rela dan tidak sabar,maka dekat dengan kekufuran. Tidak senang dan tidak merasa nikmat menerima bala',kecuali orang yang tahu kepada dzat yang menurunkanya yakni Allah Swt.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar