Syarat mujtahid
Mujtahid hendaknya sekurang- kurangnya memiliki tiga syarat: Syarat pertama, memiliki pengetahuan sebagai berikut: Pertama. Memiliki pengetahuan tentang Al Qur’an. Kedua, Memiliki pengetahuan tentang Sunnah. Ketiga, Memiliki pengetahuan tentang masalah Ijma’ sebelumnya. Syarat kedua, memiliki pengetahuan tentang ushul fikih. Syarat ketiga, Menguasai ilmu bahasa. ( Lebih lanjut lihat Wahbah al-Zuhaili, Ushul Fiqh al-Islami, hal 474-476.) Selain itu, al-Syatibi menambahkan syarat selain yang disebut di atas, yaitu memiliki pengetahuan tentang maqasid al-Syariah (tujuan syariat). Oleh karena itu seorang mujtahid dituntut untuk memahami maqasid al- Syariah. Menurut Syatibi, seseorang tidak dapat mencapai tingkatan mujtahid kecuali menguasai dua hal: pertama, ia harus mampu memahami maqasid al-syariah secara sempurna, kedua ia harus memiliki kemampuan menarik kandungan hukum berdasarkan pengetahuan dan pemahamannya atas maqasid al- Syariah.( Kajian mengenai maqashid al-syariah dikemukakan secara komprehensif oleh Abu Ishaq al- Syatibi dalam kitabnya: al-Muwafaqat fi ushul al-Syariah. Lihat al-Syatibi, al- Muwafaqat, juz 2, hal 5-12.) Bila dilihat dari karya ilmiah yang ditulis, Muhammad bin Abdul Wahhab dapat dikategorikan sebagai sosok ulama yang produktif Juga. Karya- karya ilmiahnya mencapai puluhan jumlahnya. Antara lain Tafsîr Sûrat al- Fâtihah, Mukhtasâr Sahîh al-Bukhârî, Mukhtasâr Sîrat al-Nabawiyyah, Kitâb al-Tauhîd, Usûl al-Imân, Kitâb al- Kabâ’ir, Kasyi al-Subyât, Thalathal al-Usûl, Adab al- Masyî’ ilâ al-Salâh, dan al-Hadîth al-Fitn (Al-Jundul, 1979:13). Gurunya sendiri yaitu Syekh Muhammad ibn Sulaiman al Kurdi pengarang Hasyiyah Syarh Ibn Hajar ‘ala Matn Bafadlal, di antara perkataan beliau adalah sbb: “ Wahai putra Abdul Wahhab saya menasehatimu karena Allah ta’ala agar kamu menjaga lisan kamu dari menyesatkan umat Islam. Kalau kamu mendengar dari seseorang yang meyakini bahwa istighatsah dapat memberikan manfaat dari selain Allah maka ajarankan kepada orang tersebut ajaran yang benar dan jelaskan bahwa tidak ada yang dapat memberikan manfaat kecuali Allah. Kalau ia menolak kebenaran maka kafirkan orang tersebut. Tidak ada alasan bagimu untuk mengkafirkan mayoritas umat. Dan kamu telah menyimpang dari mayoritas umat, maka kekufuran lebih dekat terhadap orang yang menyimpang dari mayoritas umat karena ia telah mengambil jalan selain jalan umat Islam. Dan sesungguhnya serigala itu akan memangsa kambing yang terpencar dari gerombolannya”. dalam sejarahnya ternyata Muhmmad bin abdul wahab hanya menyoroti soal tauhid yang berujung pada urusan syrik dan kafir.ia sama sekali tidak memahami maqasid al-syariah secara sempurna, kedua ia harus memiliki kemampuan menarik kandungan hukum berdasarkan pengetahuan dan pemahamannya atas maqasid al-Syariah.( Kajian mengenai maqashid al-syariah) dan ia tidak memahami ushul figh dengan benar menurut ijma. Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab KAKAKNYA SENDIRI kemudian berkata di dalam halaman 4 dalam kitabnya: “Hari ini umat mendapatkan musibah dengan orang yang menisbahkan dirinya kepada Al- qur’an dan As-sunnah, menggali ilmu dari keduanya, namun tidak mempedulikan orang yang menentangnya. Jika dia diminta untuk memperlihatkan perkataannya kepada ahli ilmu, dia tidak akan melakukannya. Bahkan, dia mengharuskan manusia untuk menerima perkataan dan pemahamannya. Barangsiapa yang menentangnya, maka dalam pandangannya orang itu seorang yang kafir. Demi Allah, pada dirinya tidak ada satu pun sifat seorang ahli ijtihad. Namun demikian, begitu mudahnya perkataannya menipu orang-orang yang bodoh. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Ya Allah, berilah petunjuk orang yang sesat ini, dan kembalikanlah dia kepada kebenaran.” Risalah Arba’ah Qawa’id, Muhammad bin Abdul Wahhab, hal 4]. NAH JIKA GURU DAN KAKAKNYA SENDIRI SUDAH MENGATAKAN DEMIKIAN..MAKA MANA YANG LEBIH TAHU LAKU Muhammad bin abdul wahab ??? kita tak perlu berasumsi..karna jelas siapa yang paling dekat dengan kehidupan seseorang pasti dia lebih paham watak seseorang itu !! berdasarkan hal demikian maka sesungguhnya Muhmmad bin abdul wahab tidak bisa masuk kategori ahli mujtahid bahkan jauh kalah dengan imam madzab !!. Kita yang bukan ahli ijtihad wajib hukumnya taklid pada ulama yang sungguh sungguh ahli mujtahid karna kita ini bodoh !! akan tetapi jika taklid dan belajar pada ulama yang juga bodoh maka hasilnya KEBLINGER !! TAKLID BUTA !! LEBIH LEBIH TAK KENAL SANAD !! INGAT berkata Imam Syafii : “Orang yang belajar ilmu tanpa sanad guru bagaikan orang yang mengumpulkan kayu bakar digelapnya malam, ia membawa pengikat kayu bakar yang terdapat padanya ular berbisa dan ia tak tahu”(Faidhul Qadir juz 1 hal 433). artinya apa ?? orang yang tak punya sanad gurunya adalah syetan karna yang benar hanya menurut akal pikirananya sendiri.orang begini biasanya jika nurut akalnya tidak masuk akal maka taunya ngotot.jika nurutnya masuk akal iapun ngotot merasa benar..padahal ukuran benarnya memahami hakekat sunnah dan quran itu adalah ULAMA ULAMA GENERASI AWAL YANG TAHU BANYAK APA MAKSUDNYA MAKNA QURAN DAN HADITS KARNA MEREKA TONGGAK AWAL SEBAGAI PANGUMPUL DAN PENYUSUNNYA !!
FB
MKW
Tidak ada komentar:
Posting Komentar